Siklus Beribadah


Inilah realita...

Mari kita bernostalgia terlebih dahulu dengan masa kecil kita. Dulu, kita sering dibimbing oleh orang tua kita agar rajin beribadah. Tentu saja anak kecil yang lugu dan belum paham betul akan kebaikan dari ibadah tersebut, dia akan menuruti omongan orang tuanya. Kita tak kenal kata malu dalam melakukannya, bahkan terkesan bahwa kita melakukannya dengan ikhlas. Meskipun ada beberapa faktor yang membuat kita terkesan “ikhlas”menjalankan ibadah tersebut, seperti misalnya kita pergi ke musholla/masjid dengan tujuan ingin bermain dengan teman atau hanya ingin mendapatkan makanan ketika mengikuti kegiatan keagamaan di masjid/musholla, namun justru karena hal-hal itulah sehingga sosok kecil kita dahulu tidak malu untuk berangkat pergi ke masjid/musholla terdekat. Hal-hal seperti ini berjalan kurang lebih sampai kelas 4/5 SD.

Hal ini sangat kontras ketika melihat diri kita di usia saat ini. Pada tahapan ini, kita lebih mengenal kata “malu” dalam beribadah, atau lebih tepatnya takut atas sindiran dari orang sekitar kita. Sindiran dan pandangan orang-orang tersebut-lah yang menjadikan kita “malu” melakukan kewajiban sebagai Muslim. Ketika kita hendak berangkat shalat berjama’ah di masjid, kita malu jika nanti muncul anggapan “sok taubat” dari tetangga sebelah yang notabenya salah satu jama’ah yang rutin shalat berjama’ah di masjid. Seorang mahasiswa yang saat itu ingin shalat jama’ah di masjid kampus, ternyata juga malu kepada teman-temannya jikalau nanti dia justru mendapatkan cemooh dan ejekan dari kerabatnya .
Hal-hal inilah yang menghambat kita untuk beribadah di usia kita yang semakin lama semakin uzur ini. Jangankan berangkat shalat jama’ah di masjid, untuk belajar al-Qur’an atau berangkat mengikuti pengajian saja kita ogah-ogahan. Sekali lagi, sangat berbeda jika kita mengingat bahwa dulu kita pernah belajar al-qur’an di TPA/TPQ tanpa malu-malu.

Usikum wa iyyaya
Dengan berbekal ilmu yang telah kita peroleh, hendaknya kita lebih paham tentang ajaran-ajaran agama Islam. Semoga di usia kita yang sudah lebih matang ini, kita dapat lebih rajin beribadah dengan ikhlas tanpa rasa malu dan gengsi terhadap orang lain.

NahrubKhan
050514

Comments