Penyemangat Yang Hilang Semangatnya.




Malam itu, sekitar dua tahun yang lalu, kami saling berbicara mengenai hobi satu sama lain. Masih teringat di pikiranku bahwa kami berdua memiliki hobi yang sama, menulis. Saat itu, dia bercerita bahwa meskipun dia hobi menulis namun dia sempat berhenti menulis karena suatu alasan. Akupun yang saat itu memang baru saja lulus pondok, masih memiliki kebiasaan menulis di lembaran-lembaran buku diary-ku sehingga memberanikan diri untuk memberi beberapa tips untuk memulihkan kebugaran tangan, pikiran, dan semangatnya untuk menulis. Tak kusangka, nampaknya tips-tips yang kuberikan mampu membangkitkannya sehingga sekarang dia menjadi penulis handal.

Sebenarnya, tak adil rasanya jika aku langsung menganggap kesuksesan dan kelihaiannya dalam menulis saat ini disebabkan motivasi dariku kala itu. Namun, memang pada saat itu, aku rasa hanya akulah yang menjadi orang kepercayaannya untuk mendengar cerita ataupun keluhan tersebut. Terlebih lagi, rasa saling mempercayai yang amat besar meyakinkanku bahwa dia mempercayai tips-tips yang kuberikan.

Namun ironis sekali ketika di satu sisi seseorang tengah menikmati nikmatnya berkarya lewat sebuah tulisan, justru di lain tempat, si motivator justru kehilangan motivasi menulisnya. Dia sedang terpuruk di tingkatan semangat dan kemauan yang paling bawah. Sangat dalam, sedalam lautan. Mungkin, sekarang dia sedang mengais mencari perlahan-lahan sisa-sisa beberapa tips dan motivasi penyemangat, bukan untuk orang lain, namun untuk diri sendiri agar bangkit dari keterpurukan.

By: NahrubKhan
21-10-14

Comments